Minggu, 16 April 2017

Aku Tak Dapat Bicara (Sebuah Puisi)







Muhamad Haldi
Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, 4 Mei 2014



Aku adalah menyatu dengan kehidupan masa lalu
manusia
Aku adalah terpakai dalam kehidupan masa lalu
            manusia
Aku adalah bagian kehidupan masa lalu
            manusia
Aku adalah telah berguna untuk kehidupan masa lalu
            manusia


Aku tak dapat bicara

Manusia kini telah pergi dari diriku
Manusia kini telah meninggalkan diriku
Manusia kini telah menjauh dari diriku
Manusia kini telah melupakan diriku
Manusia kini tidak mengenali lagi diriku


Aku tak dapat bicara

Sejak lama aku hidup bersama teriknya matahari
tanpa alas dan penutup badan
Sejak lama aku hidup bersama rintiknya hujan
            tanpa payung dan atap yang melindungi
Sejak lama aku hidup bersama hempasan angin
            tanpa tameng dan selimut badan
Sejak lama aku hidup bersama luut dan tumbuhan rumput yang hanya membungkus diriku
            sehingga aku semakin tidak terlihat


Aku tak dapat bicara

Jangan engkau menuntut orang-orang agar mau merawat diriku
karena sesungguhnya aku tidak punya biaya menyewa orang untuk kemudian menjaga diriku
Jangan engkau menuntut orang-orang agar mau merawatku
            karena sesungguhnya aku tak dapat dikenal
 Jangan engkau menuntut orang-orang sekarang untuk mengenaliku
            karena sesungguhnya aku hidup bersama orang-orang pada zama dahulu sebelum kamu
Jangan engkau menuntut diriku untuk merawat diriku
            karena sesungguhnya aku tak dapat merawat diriku


Aku tak dapat bicara

Kini engkau datang kepadaku
setelah lama engkau pergi
Kini engkau datang kepadaku
            setelah lama engkau meninggalkanku
Kini engkau datang kepadaku
            setelah lama diriku dimakan usia
Kini engkau datang kepadaku
            setelah lama engkau pergi bersama orang lain dan dengan kemegahanmu
 Hatiku tulus, hatiku ikhlas, berbisik kata untukmu,
            Aku memaafkanmu, kamu tidak bersalah,


Aku tak dapat bicara

Aku maafkan segala yang sudah berlalu,
Aku maafkan segala yang sudah terlewatkan,
Yang karena kau tak pernah mempedulikan aku

Satu dan hanya satu pintaku
Bicaralah,
Bicaralah,
Bicaralah,
Bicaralah tentang aku,
karena sesungguhnya aku tak dapat bicara
dan bicaralah tentang aku,
            niscaya aku memberi makna bagi kehidupan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar